Yang Najis dan Haram

0

Posted by admin | Posted in Firman Allah | Posted on 26-04-2012

Tags: , , , , ,

Yang Najis dan Haram

Dengar dan camkanlah : bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.”  (Matius 15 : 11).

Ulasan fakta :

Banyak orang beribadah, (apapun keyakinannya), mengenal kata najis atau haram. Mereka berusaha menghindar dari hal-hal yang digolongkan dalam kata tersebut, baik makanan maupun perbuatan. Dengan demikian ibadahnya mereka anggap benar. Apakah yakin sudah benar ?

Seringkali juga perkara najis atau haram menjadi bahan perdebatan, bahkan hingga perselisihan yang berujung kebencian kepada orang lain, seakan-akan (kalau dapat) membunuh orang lain tersebut. Ia merasa dirinya benar, orang lain tidak benar, namun tanpa disadarinya bahwa sesungguhnya ia sudah masuk kepada “kenajisan” yaitu dengan membenci orang lain.

Definisi :

Kata najis atau haram merupakan bahasa Indonesia, yang dalam bahasa inggris dapat diartikan beberapa pengertian. (Anda dapat cek sekarang juga di kamus online, misalnya di Google translate). Najis (bahasa Inggrisnya : unclean, impure, profane) dan haram (bahasa Inggrisnya : forbidden, illegitimate, illicit) boleh disimpulkan bahwa hal-hal tersebut tidak baik untuk dilakukan.

Menggali lebih dalam lagi, mungkin masing-masing kata dapat diuraikan.
unclean —–> berarti : najis, kotor, tidak bersih.
impure  —–> berarti : kotor, najis, tdk murni, janabah
profane  —–> berarti : kotor, duniawi, najis, biasa, tdk suci, tdk senonoh, tdk sopan, (dalam bentuk kata kerja berarti : mencemarkan, mencemari).
forbidden —–> berarti : terlarang, haram
illegitimate  —–> berarti : haram, zinah
illicit ——->  berarti : gelap, haram, sumbang, yg melanggar hukum

Ada lagi dalam bahasa Inggris : harm. Harm dalam pengertian kata bendanya berarti : kerugian, kerusakan, celaka, kejahatan, kemalangan. Harm dalam pengertian kata kerjanya berarti : membahayakan, merugikan, merusak, menyakiti, melukai, mengganggu, mencelakakan, menjahati, membejatkan.

Pengertian Alkitabiah :

Kamus Alkitab, memberi pengertian kata haram berarti : makanan haram dan beberapa perbuatan terlarang yang menajiskan orang Israel, sehingga mereka tidak boleh lagi mengikuti ibadah, kalau tidak diadakan upacara korban untuk mentahirkan orang dahulu.

Seringkali orang mengartikan pengertian haram/halal atau najis/tahir dalam hal makanan atau kebendaan yang mungkin menyangkut ibadah. Bahkan ada pengertian yang lebih bodoh !, diartikan sebagai makanan yang keluar dari mulut alias muntah yang secara logika pun sudah tentu menjijikan.

Pengertian yang benar tentulah menyangkut efek dari hal najis atau haram tersebut.

Tuhan Yesus berfirman dan menjelaskan kepada murid-muridNya, (dalam Matius 15:18) : “Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.”

Selanjutnya, dalam Matius 15 : 19 : “Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” Itulah yang menajiskan orang. Kita hitung disini ada 7 hal pengertian yang menajiskan orang. Namun, ….. apakah cuma 7 hal tersebut sajakah yang najis?

Mari kita lihat, dalam Markus 7:20-23 ……ini lebih lengkap lagi !
Kata-Nya lagi: Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.” Semua hal-hal jahat ini (ada 13 hal) timbul dari dalam dan menajiskan orang.  Mungkin, ….. Anda bertanya apakah cuma 13 hal tersebut sajakah yang najis dan haram ?

Kita boleh menggali lagi, bagaimana dengan hal : korupsi ? ya, mungkin ini sama dengan mencuri, ….. ok, bagaimana dengan berbohong (sekalipun ada orang berkelit berbohong demi kebaikan, katanya), membenci orang, berkata kasar dan kotor, merusak kepemilikan orang lain, tidak mau diatur, dan sebagainya ………., bahkan sampai hal-hal yang sepertinya sepele, contoh: buang sampah sembarangan.

Bahan Perenungan :

Yang terpenting disini (mari cek masing-masing hal tadi), Sudahkah kita melakukan yang 7 hal di atas? Lebih lagi, …… Sudahkah kita melakukan yang 13 hal di atas?   Atau bahkan, ….. kita diajak untuk cek diri kita, bahwa masih terlalu banyak yang harus diwaspadai PADA DIRI KITA yang tidak boleh kita keluarkan atau lakukan karena hal itu dapat ber-efek menajiskan orang.

Disinilah kita perlu Roh Kudus, supaya kita dapati pengertian seperti yang Kristus mau. Tanpa Roh Kudus (yang adalah Roh Allah sendiri) maka kita tidak mengerti maksudnya TUHAN, sehingga kita seperti orang buta yang mungkin juga bisa menuntun orang buta yang lain tapi akhirnya masuk lobang (kebinasaan). Ketika hati kita diubah olehNya, maka kita diterangiNya dan memiliki pikiran Kristus sehingga boleh memiliki pengertian yang benar. Kiranya TUHAN yang membenarkan hidup kita. Amin.

 

 

Catatan: Bahwa menjadi murid Kristus belum cukup, tanpa menerima Roh Kudus. Perlu sekali murid Kristus menerima baptisan Roh Kudus, supaya hidupnya selalu diterangiNya. Menjadi ciptan yang baru, yang lama sudah berlalu. Hidup kudus dan hidup dalam kondisi berjaga-jaga yang memiliki pikiran Kristus. Kapanpun, dan kondisi apapun, Anda akan siap kalau dipanggil TUHAN, dan masuk ke dalam KerajaanNya yang kekal di surga dimana Tuhan Yesus sebagai Raja Kemuliaan. TUHAN Yesus Kristus memberkati Anda dan saya. Amin.

Write a comment