Injil Tidak Dipalsukan

0

Posted by admin | Posted in Firman Allah | Posted on 05-09-2011

Tags: , , , ,

2 Corinthians 4: 2 -> “we do not use deception, nor do we distort the word of God.”

Revelation 22: 18-19 -> “If anyone adds anything to them, God will add to him the plagues described in this book. And if anyone takes words away from this book of prophecy, God will take away from him his share in the tree of life and in the holy city, which are described in this book. “

Revelation 22:6 -> “These words are trustworthy and true, …”

Deuteronomy 4:2 -> “Do not add to what I command you and do not subtract from it, but keep the commands of the Lord your God that I give you”

So that the Gospel is not falsified because it shows the glory of Christ. “… The light of the gospel of the glory of Christ who is the image of God.” (2 Corinthians 4:4).

 

2 Korintus 4 : 2 —->¬† ” kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan¬† firman Allah.”

Wahyu 22 : 18-19 —-> ” Jika seseorang menambahkan…, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis dalam kitab ini. Dan jikalau seseorang mengurangkan ….., maka Allah akan mengambil bagiannya dari pohon kehidupan dan dari kota kudus, seperti yang tertulis di dalam kitab ini.”

Wahyu 22:6 —-> ” Perkataan-perkataan ini tepat dan benar, …”

Ulangan 4:2 —-> ” Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah TUHAN, Allahmu…”

Demikianlah bahwa Injil tidak dipalsukan karena ia berisi kemuliaan Kristus. “…cahaya injil tentang kemuliaan Kristus yang adalah gambaran Allah.” (2 Korintus 4:4).

 

————————————————-

Most important to the Gospel: we respond to it, until he is transforming our lives, from who is not good towards the good and there is peace, then our lives will glorify Lord. amen

Yang terpenting terhadap Injil : kita MERESPONInya, sampai ia mengubahkan hidup kita, dari yg tidak baik kearah yg baik dan ada damai sejahtera, maka hidup kita akan memuliakan TUHAN. Amin

————————————————-

 

Injil : Kebodohan atau Kekuatan ?

0

Posted by admin | Posted in Renungan | Posted on 02-09-2011

Tags: , , , ,

Is it ignorance or power of the gospel of God?

There are two versions in terms of looking at the Gospel, with the consequences / repercussions
regarding the selection.

1. Gospel is foolishness.

For those who are perishing, the gospel is foolishness.

2. Gospel is the POWER OF GOD.

For people who would be saved, the Gospel is the Divine Power. saved
in many cases, especially against eternal damnation in hell. Romans 1:16
-> “…, Because the Gospel is the power of God unto salvation to every one
who believe, … “

 

Apakah injil itu kebodohan atau kekuatan Allah ?

Ada dua versi dalam hal memandang Injil, dengan konsekwensi / akibat yang
menyangkut pilihan tersebut.

1. Injil Adalah Kebodohan.

Bagi orang yang akan binasa, Injil adalah kebodohan.

2. Injil Adalah KEKUATAN ALLAH.

Bagi orang yang bakal diselamatkan, Injil adalah Kekuatan Ilahi. Diselamatkan
dalam banyak perkara, terutama terhadap kebinasaan kekal di neraka. Roma 1:16
—-> “…, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang
yang percaya, …”

Ada bagian yang harus dilakukan bagi orang yang diselamatkan.

Pilih yang mana ?
Keputusan ada pada pribadi yang bersangkutan.

Mengapa orang tidak percaya Injil ?

2 Korintus 4:4 —> ” yaitu orang-orang yang tidak percaya, yg pikirannya
telah dibutakan oleh ilah zaman ini,…”

2 Korintus 4:3 —> ” Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga,
maka ia (Injil) tertutup bagi mereka, yang akan binasa,”

—————————

Injil (Firman TUHAN) dapat berbentuk :

1. LOGOS (yang nyata tertulis secara fisik mata jasmani) : —-> bisa jadi
pengetahuan belaka —-> bahan perdebatan.

2. RHEMA (yg dinyatakan Roh Kudus melalui mata rohani) : —-> mengubah hidup
lebih baik —> memuliakan Allah.

Sebagai Logos Sebagai Rhema
- jadi pengetahuan
(bahkan bisa sampai tingkat S1-S2-S3)- bisa jadi bahan perdebatan- bisa menjadikan bingung

- bisa dilupakan dan dirasa tidak berarti

- dilakukan (diterima dg hati tulus)- mengubah hidup, nyata manfaatnya- dapat damai sejahtera

- tidak terlupakan dan sungguh berarti bagi hidup secara pribadi